Kenapa Herbal Banyak Dipakai di Skincare Modern?

Dipublikasikan pada 02 Jan 2026

Kenapa Herbal Banyak Dipakai di Skincare Modern?

Dalam beberapa tahun terakhir, produk skincare berbahan herbal mendapat tempat besar di pasaran global. Dari centella asiatica hingga aloe vera, hingga green tea dan licorice, banyak brand (baik indie maupun global) menonjolkan kata “herbal”, “natural”, atau “plant-based” di kemasan mereka.

Tapi apakah alasan penggunaan herbal di skincare itu hanya tren dan estetik semata, atau memang ada dasar ilmiah dan manfaat nyata di baliknya? Artikel ini membahas secara lengkap — dengan referensi dari badan kesehatan, publikasi ilmiah, serta prinsip industri kosmetik resmi — mengapa herbal menjadi bahan favorit di skincare modern.

1. Herbal Mengandung Senyawa Bioaktif yang Berpotensi Bermanfaat bagi Kulit

Alasan paling fundamental kenapa bahan herbal dipilih adalah karena fitokimia dan senyawa bioaktif yang mereka miliki. Banyak tanaman memiliki:

Menurut tinjauan ilmiah di Journal of Ethnopharmacology, banyak herbal tradisional mengandung flavonoid, polifenol, dan tanin yang nyata memberikan aktivitas biologis kulit.

Contoh senyawa aktif:

Karena senyawa ini memiliki fungsi yang terukur secara biokimia, mereka tidak hanya “alami” tapi juga berdasarkan mekanisme kerja yang dipelajari sains modern.

2. Preferensi Konsumen ke Arah Natural & Clean Beauty

Permintaan konsumen kini berubah. Banyak orang tidak puas dengan klaim “bahan kimia aman” saja — mereka ingin:

· bahan yang terlihat sederhana & berasal dari tumbuhan

· transparansi label (less is more)

· produk yang feels lebih ramah tubuh

Laporan tren Sustainable Cosmetic Ingredient Outlook menyebut bahwa konsumen global kini makin memilih plant-based skincare karena persepsi “lebih lembut & rendah risiko iritasi”.

Ini membuat brand besar berinvestasi dalam riset herbal dan menempatkan bahan herbal sebagai pilar messaging mereka, bukan sekadar label marketing.

3. Dukungannya Terlihat dari Penelitian Ilmiah & Uji Klinik

Herbal bukan hanya dipakai karena tradisi lama — banyak yang sudah mengalami uji ilmiah modern.

Contoh nyata:

Menurut Cosmetics & Toiletries Scientific Review, bukti ilmiah terhadap bahan herbal ini meningkatkan rasa percaya produsen dan konsumen dalam penggunaan jangka panjang.

4. Herbal Cenderung Lebih Lembut Daripada Senyawa Sintetis Poten

Tidak semua kulit sama. Banyak orang dengan kulit sensitif tidak cocok dengan:

Herbal dapat hadir sebagai opsi yang lebih lembut, memberikan aktivitas yang diinginkan tanpa overstimulasi.
Hal ini mendorong tren skincare minimalis yang fokus pada pemulihan barrier kulit, bukan eksfoliasi agresif.

Beberapa studi dermatologi menunjukkan bahwa beberapa herbal:

· menenangkan iritasi ringan

· mendukung barrier lipid

· mempercepat pemulihan kulit pasca-irritasi ringan

Namun ini bukan berarti herbal tidak bisa menyebabkan iritasi — respons individu tetap berbeda.

5. Konsumen Ingin Kosmetik dengan Aktivitas Ganda (Multi-Functional)

Produk herbal sering punya lebih dari satu manfaat — bukan hanya satu fungsi saja. Misalnya:

Green tea extract

Licorice (Glycyrrhiza glabra)

Centella asiatica

Karena satu herbal bisa punya beberapa aktivitas biologis, formulasi produk menjadi lebih efisien, yang sangat relevan bagi konsumen Gen Z yang menginginkan produk all-in-one simpel namun efektif.

6. Regulasi Industri Mulai Mengakui Herbal Sebagai Bahan Aktif

Badan regulator di banyak negara seperti European Medicines Agency (EMA) atau FDA di AS memiliki monografi dan pedoman tentang penggunaan bahan herbal dalam kosmetik. Ini menunjukkan bahwa herbal diakui bukan hanya sebagai fillers tetapi juga bahan yang layak dipelajari efeknya secara ilmiah.

Beberapa lembaga mengkategorikan bahan herbal sebagai:

Hal ini memperkuat argumen bahwa penggunaan herbal di skincare bukan sekedar tren, melainkan berbasis standar keamanan & ilmiah.

7. Tantangan & Risiko yang Sering Diabaikan

Walau begitu, perlu dipahami bahwa:

· Herbal tidak selalu aman untuk semua orang
Efek alergi, sensitivitas, atau interaksi dengan obat tetap mungkin terjadi.

· “Natural” ? “Non-irritant”
Beberapa minyak esensial kuat justru lebih cepat menyebabkan iritasi daripada senyawa sintetis yang sudah teruji konsisten.

· Standar bahan herbal bisa berbeda antar produsen
Tidak semua ekstrak herbal punya kualitas atau konsentrasi yang sama, jadi sertifikasi & traceability sangat penting.

Kesimpulan

Herbal dipakai luas di skincare modern karena beberapa alasan kuat dan terukur:

· mengandung senyawa bioaktif yang dipelajari sains

· relevan dengan permintaan konsumen terhadap clean & plant-based beauty

· ada dukungan dari penelitian dan uji klinik

· cenderung lebih ramah untuk kulit sensitif (jika diformulasikan dengan benar)

· sering punya manfaat multi-fungsi dalam satu bahan

Namun, herbal bukan jaminan ramah untuk semua kulit dan tidak selamanya berarti lebih baik tanpa pertimbangan formulasi yang tepat.

Dengan pemahaman yang benar tentang herbal, kamu bisa memilih skincare yang tidak hanya terlihat “clean” di feed, tetapi didukung sains, aman untuk kulit, dan bertanggung jawab secara ilmiah.

Disclaimer Kesehatan

Artikel ini disusun untuk edukasi kesehatan dan gaya hidup dan bukan pengganti nasehat medis. Respons terhadap bahan herbal dapat bervariasi. Jika memiliki kondisi kulit tertentu, allergies, atau sedang memakai produk dermatologi lain, konsultasikan dengan profesional medis atau dermatologist sebelum mencoba produk baru.

Referensi

  1. Clean Beauty & Ingredient Safety — VOI Indonesia (tren clean beauty & evolusi skincare).
  2. Sustainable Ingredients Selection — SpecialChem guide (standar bahan aktif, termasuk herbal dalam kosmetik).
  3. The Environmental Impact of Using Natural Ingredients in Cosmetic Products — NatureHerb World (ekosistem & resource rantai pasok herbal).
  4. Mountian Rose Herbs — bahan herbal yang bersertifikat & traceability (botanical raw materials).
  5. Journal of Ethnopharmacology — fitokimia herbal & aktivitas bioaktif untuk kulit.
← Kembali