Aloe Vera: Masih Relevan atau Sudah Overrated?

Dipublikasikan pada 05 Jan 2026

Aloe Vera: Masih Relevan atau Sudah Overrated?

Aloe vera adalah salah satu tanaman herbal paling populer di dunia. Mulai dari minuman kesehatan, skincare, haircare, hingga suplemen, lidah buaya seolah selalu “ada di mana-mana”.

Namun, seiring meningkatnya tren clean beauty dan natural wellness, muncul pertanyaan kritis — terutama di kalangan Gen Z dan milenial:

Apakah aloe vera masih benar-benar relevan secara ilmiah, atau sudah terlalu dibesar-besarkan (overrated) oleh marketing?

Artikel ini akan membedah aloe vera berdasarkan bukti ilmiah, bukan hype, dengan sudut pandang seimbang: manfaat nyata, keterbatasan, dan risikonya.

1. Apa yang Membuat Aloe Vera Menarik Secara Ilmiah?

Aloe vera mengandung lebih dari 75 senyawa aktif, di antaranya:

WHO dan NIH mencatat bahwa beberapa senyawa ini memiliki aktivitas biologis nyata, terutama dalam konteks kulit dan penyembuhan luka.

Jadi, aloe vera bukan sekadar tanaman biasa, tapi memang memiliki dasar ilmiah tertentu.

2. Manfaat Aloe Vera yang Masih Dianggap Relevan

a. Perawatan Kulit & Luka Ringan

Bukti ilmiah paling konsisten tentang aloe vera adalah pada:

NIH dan beberapa jurnal dermatologi menyebutkan bahwa aloe vera dapat:

Namun, manfaat ini paling kuat untuk penggunaan topikal, bukan konsumsi oral.

b. Skincare: Melembapkan, Bukan “Ajaib”

Dalam dunia skincare modern, aloe vera masih relevan sebagai:

Ahli dermatologi menegaskan:

Aloe vera bekerja sebagai supporting ingredient, bukan bahan utama anti-aging atau pencerah instan.

Artinya, klaim seperti “bikin glass skin tanpa skincare lain” tidak didukung bukti ilmiah kuat.

c. Efek Anti-Inflamasi Ringan

Beberapa studi menunjukkan aloe vera memiliki efek anti-inflamasi ringan, yang berguna untuk:

WHO menyebut efek ini bersifat ringan–moderat, tidak setara dengan obat medis.

3. Di Mana Aloe Vera Mulai Terlihat “Overrated”?

a. Klaim Detoks & Minuman Kesehatan

Salah satu klaim paling kontroversial adalah:

“Minum aloe vera bisa detox tubuh.”

WHO, FDA, dan ahli gastroenterologi sepakat:

Beberapa produk minuman aloe justru mengandung laksatif alami, yang bila dikonsumsi rutin bisa berdampak negatif.

b. Risiko Konsumsi Oral Jangka Panjang

NIH dan FDA memperingatkan bahwa:

Karena itu, FDA tidak merekomendasikan aloe vera sebagai obat pencahar sejak regulasi diperketat.

c. “Natural = Aman” adalah Mitos

Banyak orang mengira aloe vera aman untuk semua orang. Faktanya:

Inilah alasan aloe vera sering dianggap overrated, karena risikonya jarang dibahas di marketing.

4. Pandangan WHO & Ahli Kesehatan

WHO memposisikan aloe vera sebagai:

· tanaman dengan potensi manfaat terbatas

· berguna dalam konteks tertentu

· bukan solusi universal untuk semua masalah kesehatan

Pendekatan WHO adalah:

Gunakan berbasis bukti, bukan tren.

Aloe vera tetap diakui, tetapi tidak diposisikan sebagai “super herb”.

5. Jadi, Aloe Vera Masih Relevan atau Tidak?

Jawaban jujurnya: tergantung konteks.

Masih relevan untuk:

Mulai overrated jika:

Aloe vera bukan usang, tapi juga bukan solusi ajaib.

Kesimpulan

Aloe vera masih relevan, tetapi perannya sering dibesar-besarkan.

Ringkasannya:

Pendekatan terbaik:

Gunakan aloe vera sebagai pendukung kesehatan, bukan sebagai “penyelamat segala masalah”.

Disclaimer Kesehatan

Artikel ini bersifat edukasi kesehatan, bukan pengganti saran medis profesional. Respons terhadap aloe vera dapat berbeda pada setiap individu. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum konsumsi oral atau penggunaan jangka panjang.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO)WHO Monographs on Selected Medicinal Plants (Aloe vera).
  2. National Institutes of Health (NIH) – Aloe vera: uses, effectiveness, and safety.
  3. U.S. Food and Drug Administration (FDA) – Regulatory actions on aloe vera laxative products.
  4. Journal of Ethnopharmacology – Scientific reviews on aloe vera pharmacological activity.
  5. International Journal of Dermatology – Aloe vera in dermatological applications.
  6. European Medicines Agency (EMA) – Safety assessment of Aloe species preparations.
← Kembali