Apakah Herbal Aman untuk Konsumsi Jangka Panjang?

Dipublikasikan pada 05 Jan 2026

Apakah Herbal Aman untuk Konsumsi Jangka Panjang?

Dalam tren gaya hidup sehat, herbal sering diposisikan sebagai daily habit: diminum tiap pagi, dikonsumsi rutin, bahkan dianggap aman untuk penggunaan seumur hidup. Banyak orang berpikir:

“Kalau herbal kan alami, pasti aman diminum terus.”

Namun, pertanyaan penting yang sering luput dibahas adalah:
apakah herbal benar-benar aman untuk konsumsi jangka panjang?

WHO dan para ahli kesehatan justru menempatkan isu ini sebagai tantangan besar dalam keamanan pengobatan tradisional modern. Artikel ini membahas jawabannya secara jujur, ilmiah, dan tidak bias.

1. Herbal Tetap Zat Aktif, Bukan Sekadar Minuman Biasa

Herbal mengandung senyawa bioaktif yang bekerja di tubuh, seperti:

WHO menegaskan bahwa:

Herbal memiliki aktivitas farmakologis, sehingga secara prinsip harus diperlakukan seperti zat terapeutik, bukan sekadar makanan atau minuman biasa.

Inilah alasan utama mengapa konsumsi jangka panjang perlu kehati-hatian, meskipun herbal berasal dari tumbuhan.

2. Aman atau Tidaknya Herbal Jangka Panjang Tergantung Banyak Faktor

Tidak ada jawaban “ya” atau “tidak” yang absolut. Menurut WHO, keamanan herbal jangka panjang bergantung pada:

Herbal tertentu relatif aman dalam jangka panjang jika digunakan dengan dosis tepat, sementara herbal lain tidak dianjurkan untuk konsumsi rutin tanpa jeda.

3. Risiko yang Bisa Muncul dari Konsumsi Herbal Jangka Panjang

a. Beban pada Hati dan Ginjal

Hati dan ginjal bertugas memetabolisme zat aktif herbal. WHO, NIH, dan EMA mencatat bahwa:

Risiko ini meningkat jika:

b. Efek Akumulasi Senyawa Aktif

Beberapa senyawa herbal tidak langsung dikeluarkan tubuh, melainkan menumpuk perlahan.

Efeknya bisa:

Inilah alasan efek samping herbal jangka panjang sering tidak terdeteksi sejak dini.

c. Gangguan Keseimbangan Tubuh

Herbal yang memengaruhi:

jika dikonsumsi terus-menerus tanpa evaluasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan fisiologis, meskipun awalnya terasa “membantu”.

4. Interaksi Herbal & Obat dalam Jangka Panjang

WHO dan FDA sama-sama menegaskan bahwa:

Konsumsi herbal jangka panjang meningkatkan risiko interaksi dengan obat medis, terutama jika digunakan bersamaan.

Interaksi ini bisa:

Masalahnya, banyak orang tidak melaporkan konsumsi herbal rutin ke dokter, sehingga interaksi ini sering luput dari pemantauan.

5. Siapa yang Sebaiknya Tidak Konsumsi Herbal Jangka Panjang?

Berdasarkan panduan WHO, NHS, dan BPOM, kelompok berikut harus ekstra hati-hati:

Pada kelompok ini, konsumsi jangka panjang hanya dianjurkan dengan pengawasan tenaga kesehatan.

6. Pandangan WHO: Bukan Melarang, Tapi Mengatur

WHO tidak menolak penggunaan herbal. Justru WHO mendorong:

Namun WHO menegaskan:

Penggunaan herbal jangka panjang tidak boleh berdasarkan asumsi tradisi semata, tetapi harus berbasis bukti dan evaluasi risiko.

Pendekatan ini dikenal sebagai evidence-based traditional medicine.

7. Cara Lebih Aman Mengonsumsi Herbal Jangka Panjang

Rekomendasi umum dari WHO dan lembaga kesehatan:

Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko kumulatif, bukan melarang herbal.

Kesimpulan

Herbal tidak otomatis aman untuk konsumsi jangka panjang, meskipun berasal dari alam.

Kesimpulan penting:

Pendekatan terbaik adalah:

bijak, terukur, dan berbasis ilmu — bukan sekadar tren.

Disclaimer Kesehatan

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi medis. Efek herbal dapat berbeda pada setiap individu. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum penggunaan jangka panjang, terutama jika memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO)WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines
  2. WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2025
  3. National Institutes of Health (NIH) – Herbal supplements: safety & long-term use
  4. U.S. Food and Drug Administration (FDA) – Dietary supplements & safety warnings
  5. European Medicines Agency (EMA) – Risk assessment of herbal medicinal products
  6. NHS (UK) – Herbal medicines: risks and long-term considerations
  7. Journal of Ethnopharmacology & BMC Medicine – studies on chronic herbal exposure
← Kembali