Konsep clean beauty semakin populer di kalangan Gen Z
dan milenial yang peduli terhadap kesehatan kulit dan planet. Banyak orang
percaya bahwa produk herbal atau natural secara otomatis lebih ramah
lingkungan. Tapi apakah benar begitu?
Pertanyaan itu penting karena tren clean beauty sering
dikaitkan dengan sustainability, eco-friendly, dan kandungan bahan alami.
Namun, ramah lingkungan bukan sekadar memakai kata “herbal” di kemasan —
ada banyak faktor yang perlu dipahami berdasarkan fakta ilmiah dan data
terpercaya.
Apa Itu Clean Beauty & Sustainability?
Definisi Clean Beauty
Clean beauty bukan hanya soal “alami” atau “tanpa bahan
kimia sintetis”. Secara umum, clean beauty menekankan produk aman untuk
kulit dan lebih transparan dalam daftar bahan, bebas dari kontaminan
yang berpotensi berbahaya seperti paraben dan sulfat. VOI
Namun clean beauty tidak otomatis berarti ramah
lingkungan atau sepenuhnya sustainable — itu hanya salah satu aspek yang
sering dikaitkan. VOI
Apa Itu Sustainable Beauty?
Sustainable beauty berarti produk kecantikan diperhatikan dari
awal sampai akhir prosesnya:
- bahan
baku diambil secara etis dan berkelanjutan
- proses
produksi meminimalkan jejak karbon
- kemasan
mudah didaur ulang atau biodegradable
- tidak
merusak ekosistem lokal
Intinya, produknya tidak hanya aman untuk pemakai, tetapi
juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Indonesia Asri
Apakah “Herbal” Otomatis Ramah Lingkungan?
Tidak selalu.
Produk herbal sering diasosiasikan dengan bahan alami dan
kemasan minimal — tetapi beberapa tantangan lingkungan yang perlu dipahami
adalah:
1. Risiko Overharvesting & Biodiversitas
Beberapa tanaman herbal yang populer dalam skincare (mis.
argan, sandalwood) berasal dari spesies tertentu yang hanya tumbuh di lokasi
tertentu. Permintaan tinggi dapat:
- menyebabkan
overharvesting
- mengancam
keanekaragaman hayati
- mengganggu
ekosistem lokal
Ini bukan sekadar teori — industri global pernah mencatat
turunnya populasi beberapa pohon tertentu karena permintaan minyaknya. natureherb.world
2. Jejak Karbon dan Transportasi
Herbal yang tumbuh di satu wilayah sering diekspor ke
seluruh dunia. Proses transportasi ini:
- meningkatkan
emisi gas rumah kaca
- menambah
jejak karbon keseluruhan produk
- membuat
“natural” bukan sama dengan low carbon footprint
Konsumsi lokal dan sumber yang traceable adalah kunci, bukan
sekadar “alami”. natureherb.world
3. Kemasan & Limbah Industri Kecantikan
Industri kecantikan itu besar — dan menghasilkan banyak
limbah. Faktanya:
- 120
miliar unit kemasan diproduksi setiap tahun
- Sebagian
besar sulit didaur ulang dan mencemari lingkungan
Plastik sekali pakai dari produk skincare dan makeup termasuk tantangan terbesar. envihsa.fkm.ui.ac.id
Jadi, walaupun bahan herbal bisa biodegradable, kemasan
yang tidak ramah lingkungan tetap jadi masalah.
Faktor yang Membuat Clean Beauty Lebih Sustainable
Agar clean beauty benar-benar ramah lingkungan (tidak hanya
buzzword), beberapa aspek yang harus diperhatikan:
1. Sourcing & Etika Bahan
Bahan herbal harus berasal dari sumber yang:
- dipanen
secara berkelanjutan
- tidak
merusak habitat atau keanekaragaman hayati
- transparan
dan traceable
Praktik seperti ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan
yang disertifikasi organik, fair trade, atau zero waste. Wikipedia
2. Kemasan Ramah Lingkungan
Sustainable beauty memperhatikan:
- kemasan
daur ulang
- botol
kaca atau plastik post-consumer
- pengurangan
plastik sekali pakai
Ini membantu mengurangi limbah & dampak lingkungan dari
produk. KlikDokter
3. Sistem Produksi Bertanggung Jawab
Sustainable beauty bukan hanya soal bahan — tapi juga:
- energi
yang digunakan pabrik
- penggunaan
air
- pengolahan
limbah pabrik
Industri yang lebih bertanggung jawab akan mempertimbangkan
seluruh siklus produksi, bukan hanya “alami” di label. journal.moestopo.ac.id
Greenwashing: Bahaya Klaim Tanpa Bukti
Istilah greenwashing muncul ketika brand:
- memakai
istilah “clean” atau “natural” tanpa standar jelas
- membuat
produk tampak ramah lingkungan padahal kenyataannya tidak
- tidak
transparan soal rantai pasok dan kemasan
Ini sering terjadi di industri kecantikan dan membuat
konsumen sulit membedakan mana yang nyata ramah lingkungan dan sekadar label
marketing. MerahPutih
Herbal dan Sustainability: Apa Faktanya?
Herbal dapat lebih baja dampak dibanding bahan sintetis
Beberapa studi menunjukkan bahan herbal biodegradable dan
bisa lebih mudah terurai daripada bahan sintetis berbasis petroleum. Shlazio
Namun:
- tidak
semua herbal sourced secara sustainable
- beberapa
membutuhkan transportasi jauh
- kadang
diproduksi dalam skala besar tanpa pertimbangan ekosistem
Jadi, perlu konteks yang lebih luas daripada “herbal = ramah
lingkungan”.
Kesimpulan: Bukan Herbal yang Otomatis Ramah Lingkungan
Clean beauty & produk herbal bisa menjadi bagian
dari sustainable lifestyle, tetapi tidak selalu otomatis ramah
lingkungan.
Produk herbal bisa lebih sustainable jika:
- bahan
dipanen secara bertanggung jawab
- kemasan
ramah lingkungan
- rantai
pasok transparan
Produk herbal tidak otomatis green hanya karena:
- memakai
bahan alami
- memakai
kata “clean” di label
- tampak
ramah di feed media sosial
Sustainable beauty itu holistik, mencakup keseluruhan
siklus — dari bahan, produksi, kemasan, hingga limbah. Indonesia Asri
Disclaimer Kesehatan & Lingkungan
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi umum dan
bukan nasihat profesional lengkap. Informasi ini didasarkan pada sumber yang
dapat dipercaya yang tersedia saat publikasi. Untuk keputusan personal terkait
kesehatan kulit atau pembelian produk kosmetik, pertimbangkan riset tambahan
atau konsultasi dengan ahli.
Referensi
- Clean
Beauty Trends & Safety — VOI Indonesia (tentang konsep clean
beauty). VOI
- Sustainable
beauty & kosmetik ramah lingkungan — Indonesia Asri (konsep beauty
& environment). Indonesia Asri
- Greenwashing
di produk kecantikan — MerahPutih.com (praktik pemasaran & klaim
hijau). MerahPutih
- Environmental
impact of natural ingredients — Nature Herb World (dampak overharvesting
& transport). natureherb.world
- Beauty
industry packaging waste data — Envihsa FKM UI (limbah kemasan). envihsa.fkm.ui.ac.id
- Sustainability
practices in herbal sourcing — Mountain Rose Herbs (contoh praktik
berkelanjutan). Wikipedia
- Sustainable
ingredients selection — SpecialChem (tantangan biodiversity &
sustainability). cosmetics.specialchem.com