Clean Beauty & Sustainability: Apakah Herbal Selalu Ramah Lingkungan?

Dipublikasikan pada 02 Jan 2026

Clean Beauty & Sustainability: Apakah Herbal Selalu Ramah Lingkungan?

Konsep clean beauty semakin populer di kalangan Gen Z dan milenial yang peduli terhadap kesehatan kulit dan planet. Banyak orang percaya bahwa produk herbal atau natural secara otomatis lebih ramah lingkungan. Tapi apakah benar begitu?

Pertanyaan itu penting karena tren clean beauty sering dikaitkan dengan sustainability, eco-friendly, dan kandungan bahan alami. Namun, ramah lingkungan bukan sekadar memakai kata “herbal” di kemasan — ada banyak faktor yang perlu dipahami berdasarkan fakta ilmiah dan data terpercaya.

Apa Itu Clean Beauty & Sustainability?

Definisi Clean Beauty

Clean beauty bukan hanya soal “alami” atau “tanpa bahan kimia sintetis”. Secara umum, clean beauty menekankan produk aman untuk kulit dan lebih transparan dalam daftar bahan, bebas dari kontaminan yang berpotensi berbahaya seperti paraben dan sulfat. VOI

Namun clean beauty tidak otomatis berarti ramah lingkungan atau sepenuhnya sustainable — itu hanya salah satu aspek yang sering dikaitkan. VOI

Apa Itu Sustainable Beauty?

Sustainable beauty berarti produk kecantikan diperhatikan dari awal sampai akhir prosesnya:

Intinya, produknya tidak hanya aman untuk pemakai, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Indonesia Asri

Apakah “Herbal” Otomatis Ramah Lingkungan?

Tidak selalu.

Produk herbal sering diasosiasikan dengan bahan alami dan kemasan minimal — tetapi beberapa tantangan lingkungan yang perlu dipahami adalah:

1. Risiko Overharvesting & Biodiversitas

Beberapa tanaman herbal yang populer dalam skincare (mis. argan, sandalwood) berasal dari spesies tertentu yang hanya tumbuh di lokasi tertentu. Permintaan tinggi dapat:

Ini bukan sekadar teori — industri global pernah mencatat turunnya populasi beberapa pohon tertentu karena permintaan minyaknya. natureherb.world

2. Jejak Karbon dan Transportasi

Herbal yang tumbuh di satu wilayah sering diekspor ke seluruh dunia. Proses transportasi ini:

Konsumsi lokal dan sumber yang traceable adalah kunci, bukan sekadar “alami”. natureherb.world

3. Kemasan & Limbah Industri Kecantikan

Industri kecantikan itu besar — dan menghasilkan banyak limbah. Faktanya:

Jadi, walaupun bahan herbal bisa biodegradable, kemasan yang tidak ramah lingkungan tetap jadi masalah.

Faktor yang Membuat Clean Beauty Lebih Sustainable

Agar clean beauty benar-benar ramah lingkungan (tidak hanya buzzword), beberapa aspek yang harus diperhatikan:

1. Sourcing & Etika Bahan

Bahan herbal harus berasal dari sumber yang:

Praktik seperti ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan yang disertifikasi organik, fair trade, atau zero waste. Wikipedia

2. Kemasan Ramah Lingkungan

Sustainable beauty memperhatikan:

Ini membantu mengurangi limbah & dampak lingkungan dari produk. KlikDokter

3. Sistem Produksi Bertanggung Jawab

Sustainable beauty bukan hanya soal bahan — tapi juga:

Industri yang lebih bertanggung jawab akan mempertimbangkan seluruh siklus produksi, bukan hanya “alami” di label. journal.moestopo.ac.id

Greenwashing: Bahaya Klaim Tanpa Bukti

Istilah greenwashing muncul ketika brand:

Ini sering terjadi di industri kecantikan dan membuat konsumen sulit membedakan mana yang nyata ramah lingkungan dan sekadar label marketing. MerahPutih

Herbal dan Sustainability: Apa Faktanya?

Herbal dapat lebih baja dampak dibanding bahan sintetis

Beberapa studi menunjukkan bahan herbal biodegradable dan bisa lebih mudah terurai daripada bahan sintetis berbasis petroleum. Shlazio

Namun:

Jadi, perlu konteks yang lebih luas daripada “herbal = ramah lingkungan”.

Kesimpulan: Bukan Herbal yang Otomatis Ramah Lingkungan

Clean beauty & produk herbal bisa menjadi bagian dari sustainable lifestyle, tetapi tidak selalu otomatis ramah lingkungan.

Produk herbal bisa lebih sustainable jika:

Produk herbal tidak otomatis green hanya karena:

Sustainable beauty itu holistik, mencakup keseluruhan siklus — dari bahan, produksi, kemasan, hingga limbah. Indonesia Asri

Disclaimer Kesehatan & Lingkungan

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi umum dan bukan nasihat profesional lengkap. Informasi ini didasarkan pada sumber yang dapat dipercaya yang tersedia saat publikasi. Untuk keputusan personal terkait kesehatan kulit atau pembelian produk kosmetik, pertimbangkan riset tambahan atau konsultasi dengan ahli.

Referensi

  1. Clean Beauty Trends & Safety — VOI Indonesia (tentang konsep clean beauty). VOI
  2. Sustainable beauty & kosmetik ramah lingkungan — Indonesia Asri (konsep beauty & environment). Indonesia Asri
  3. Greenwashing di produk kecantikan — MerahPutih.com (praktik pemasaran & klaim hijau). MerahPutih
  4. Environmental impact of natural ingredients — Nature Herb World (dampak overharvesting & transport). natureherb.world
  5. Beauty industry packaging waste data — Envihsa FKM UI (limbah kemasan). envihsa.fkm.ui.ac.id
  6. Sustainability practices in herbal sourcing — Mountain Rose Herbs (contoh praktik berkelanjutan). Wikipedia
  7. Sustainable ingredients selection — SpecialChem (tantangan biodiversity & sustainability). cosmetics.specialchem.com
← Kembali