Herbal sering dipilih sebagai natural remedy untuk
berbagai tujuan — mulai dari meningkatkan energi, detoks, pencernaan, hingga
imun. Banyak orang percaya bahwa bahan alami pasti aman digunakan.
Namun ada satu organ tubuh yang sering dilupakan
dalam diskusi keamanan herbal: hati.
Hati (liver) adalah organ penting yang:
- memetabolisme
zat asing
- memproses
obat dan suplemen
- membantu
detoksifikasi tubuh
Menurut World Health Organization (WHO) dan badan
farmakologi internasional, herbal juga dapat memberi beban pada hati,
bahkan menyebabkan gangguan fungsi hati jika digunakan secara tidak tepat.
Artikel ini akan mengulas secara ilmiah:
·
bagaimana herbal memengaruhi hati
·
jenis
herbal yang berisiko
·
gejala gangguan hati
·
cara aman memakai herbal
·
catatan penting kesehatan
1. Bagaimana Tubuh Memproses Herbal
Herbal mengandung senyawa aktif biologis seperti:
- alkaloid
- flavonoid
- glycosides
- terpenoid
Aktivitas biologis ini memberi efek yang diharapkan — tetapi
hati tetap harus memetabolisme senyawa tersebut agar aman dikeluarkan dari
tubuh. Proses metabolisme hati melibatkan enzim cytochrome P450, yang
juga memetabolisme berbagai obat.
Ketika herbals memberatkan enzim ini, risiko stress hati
meningkat — terutama jika digunakan terus-menerus atau dikombinasikan
dengan obat medis.
2. Hepatotoksisitas Herbal
Hepatotoksisitas berarti kerusakan hati akibat zat
tertentu. Walaupun jarang dibahas, bukti medis dokumentasikan bahwa beberapa
herbal dapat menimbulkan cedera hati yang serius.
Beberapa herbal yang paling sering dilaporkan terkait cedera
hati:
- Kava
kava (Piper methysticum)
- Pennyroyal
- Green
tea extrait dosis tinggi
- Black
cohosh
- Chaparral
- Germander
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak herbal ini dapat mengakibatkan elevasi enzim hati, hepatitis, bahkan gagal hati pada kasus berat.
Perlu dicatat bahwa efeknya tidak instant, tapi bisa
muncul setelah konsumsi berulang dalam jangka waktu tertentu.
3. Herbal Tradisional Tidak Selalu Sama dengan Herbal
Aman
Banyak bahan yang dikonsumsi secara tradisional selama
ratusan tahun — tetapi ketika dikemas dalam bentuk extract yang pekat,
atau diminum setiap hari sebagai suplemen kuat, karakter efeknya berubah
secara drastis.
Menurut WHO Traditional Medicine Strategy, penggunaan
herbal perlu memperhatikan:
·
dosis yang benar
·
durasi penggunaan
·
integrasi dengan obat lain
·
kualitas
ekstrak/produk
Salah satu peringatan utama adalah hati menjadi “bottleneck” utama dalam
memastikan zat tersebut aman dikelola tubuh.
4. Interaksi Herbal–Obat yang Memberatkan Hati
Kerusakan hati tidak hanya karena herbal itu sendiri, tetapi
juga karena interaksi dengan obat medis.
Contoh interaksi yang bermasalah:
- St.
John’s Wort dapat mempercepat metabolisme obat sehingga hati bekerja
lebih keras.
- Green
tea extract dosis tinggi dapat mengganggu metabolisme beberapa obat
kimia hati.
- Kava
kava direkomendasikan tidak digunakan bersamaan dengan obat yang juga
dimetabolisme di hati.
Interaksi herbal–obat sering tidak didiskusikan dengan
tenaga kesehatan karena banyak pengguna tidak menganggap herbal sebagai “obat”.
5. Laporan Klinis Kasus Kerusakan Hati Herbal
Bukti klinis menunjukkan bahwa herbal tertentu dapat
menyebabkan:
·
hepatitis idiosinkratik
·
kolestasis (gangguan aliran empedu)
·
necrosis hepatic
·
gagal hati akut
Dokumentasi kasus di jurnal kesehatan internasional mencatat
cedera hati akibat konsumsi:
- Kava
kava ? gagal hati akut
- Pennyroyal
? hepatitis fulminan
- Green
tea extract — kerusakan hati yang reversible pada beberapa individu
Walau jumlah kasus relatif kecil dibanding populasi yang
mengonsumsi herbal, ini tidak bisa diabaikan karena sifatnya tidak
dapat diprediksi.
6. Gejala Gangguan Hati yang Perlu Diwaspadai
Jika seseorang mengalami iritasi hati atau fungsi hati
terganggu, gejala yang mungkin muncul termasuk:
·
Kelelahan
·
Mual atau muntah
·
Nyeri perut bagian kanan atas
·
Urine gelap
·
Kulit/kulit putih menguning (jaundice)
·
Gatal di seluruh tubuh
Gejala ini tidak spesifik hanya untuk herbal, tetapi
menjadi tanda bahwa fungsi hati perlu diperiksa secara medis segera.
7. Herbal yang Perlu Hati-Hati atau Di Hindari untuk
Konsumsi Jangka Panjang
Berdasarkan literatur medis, beberapa herbal yang sering
dikaitkan dengan beban hati jika dikonsumsi:
·
Kava kava
·
Pennyroyal
·
Chaparral
·
Germander
·
Black cohosh
·
Ekstrak tinggi green tea dalam dosis suplemen
·
Kombinasi beberapa herbal stimulan tanpa standar
kualitas
Ini bukan daftar lengkap, tetapi contoh yang paling
sering dilaporkan secara ilmiah.
8. Herbal yang Cenderung Lebih Aman untuk Hati
Beberapa herbal cenderung lebih ringan efeknya:
- jahe
- peppermint
- chamomile
- rooibos
Meski relatif aman, konsumsi harian tetap perlu disesuaikan
dosis, tidak berlebihan, dan diselingi jeda, sesuai panduan ahli kesehatan
umum.
9. Cara Aman Mengonsumsi Herbal bagi Fungsi Hati
Berikut pedoman umum yang disarankan pakar kesehatan:
·
Konsultasi medis dulu jika punya riwayat
penyakit hati
·
Mulai dengan dosis rendah
·
Hindari konsumsi berlebihan
·
Patuhi jeda konsumsi (jangan penggunaan nonstop
tanpa jeda)
·
Perhatikan reaksi tubuh
·
Laporkan semua herbal ke dokter, terutama jika
sedang pakai obat medis
·
Pilih produk yang sudah teruji dan bersertifikat
mutu
Pendekatan ini juga sejalan dengan panduan WHO tentang
penggunaan obat herbal secara aman.
10. Kesimpulan
Herbal tidak identik dengan aman untuk fungsi hati,
terutama jika:
·
dikonsumsi tanpa kontrol dosis
·
tanpa jeda yang bijak
·
dalam bentuk ekstrak yang sangat pekat
·
saat dikombinasikan dengan obat medis
Beberapa herbal memberikan manfaat bagi tubuh — tetapi hati
harus memproses semua zat aktif itu. Tanpa kewaspadaan, penggunaan yang
tampaknya “aman” justru bisa memberi beban tambahan pada organ vital ini.
Kesimpulan:
·
Herbal bisa bermanfaat
·
tetapi berisiko bagi hati jika digunakan
sembarangan
·
pendekatan yang terbaik adalah hati-hati,
berbasis bukti, dan konsultasi medis saat perlu.
Referensi
- World
Health Organization (WHO) – Guidelines on Safety Monitoring of
Herbal Medicines (teks tentang regulasi & keamanan herbal global).
- NIH —
mekanisme metabolisme hati & interaksi herbal–obat (National
Institutes of Health).
- Studi
buku ilmiah tentang kasus hepatotoksisitas herbal (PubMed, Journal
of Hepatology).
- Laporan
kefarmasian internasional tentang kerusakan hati akibat herbal tertentu.
Catatan Kesehatan
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi kesehatan umum
dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Jika kamu memiliki
kondisi liver/hepatik, sedang menjalani pengobatan, atau merencanakan konsumsi
herbal rutin, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional atau dokter
sebelum memulai.