Herbal dan Hati: Risiko yang Jarang Dibahas

Dipublikasikan pada 08 Jan 2026

Herbal dan Hati: Risiko yang Jarang Dibahas

Herbal sering dipilih sebagai natural remedy untuk berbagai tujuan — mulai dari meningkatkan energi, detoks, pencernaan, hingga imun. Banyak orang percaya bahwa bahan alami pasti aman digunakan.

Namun ada satu organ tubuh yang sering dilupakan dalam diskusi keamanan herbal: hati.

Hati (liver) adalah organ penting yang:

Menurut World Health Organization (WHO) dan badan farmakologi internasional, herbal juga dapat memberi beban pada hati, bahkan menyebabkan gangguan fungsi hati jika digunakan secara tidak tepat.

Artikel ini akan mengulas secara ilmiah:

· bagaimana herbal memengaruhi hati

· jenis herbal yang berisiko

· gejala gangguan hati

· cara aman memakai herbal

· catatan penting kesehatan

1. Bagaimana Tubuh Memproses Herbal

Herbal mengandung senyawa aktif biologis seperti:

Aktivitas biologis ini memberi efek yang diharapkan — tetapi hati tetap harus memetabolisme senyawa tersebut agar aman dikeluarkan dari tubuh. Proses metabolisme hati melibatkan enzim cytochrome P450, yang juga memetabolisme berbagai obat.

Ketika herbals memberatkan enzim ini, risiko stress hati meningkat — terutama jika digunakan terus-menerus atau dikombinasikan dengan obat medis.

2. Hepatotoksisitas Herbal

Hepatotoksisitas berarti kerusakan hati akibat zat tertentu. Walaupun jarang dibahas, bukti medis dokumentasikan bahwa beberapa herbal dapat menimbulkan cedera hati yang serius.

Beberapa herbal yang paling sering dilaporkan terkait cedera hati:

Perlu dicatat bahwa efeknya tidak instant, tapi bisa muncul setelah konsumsi berulang dalam jangka waktu tertentu.

3. Herbal Tradisional Tidak Selalu Sama dengan Herbal Aman

Banyak bahan yang dikonsumsi secara tradisional selama ratusan tahun — tetapi ketika dikemas dalam bentuk extract yang pekat, atau diminum setiap hari sebagai suplemen kuat, karakter efeknya berubah secara drastis.

Menurut WHO Traditional Medicine Strategy, penggunaan herbal perlu memperhatikan:

· dosis yang benar

· durasi penggunaan

· integrasi dengan obat lain

· kualitas ekstrak/produk
Salah satu peringatan utama adalah hati menjadi “bottleneck” utama dalam memastikan zat tersebut aman dikelola tubuh.

4. Interaksi Herbal–Obat yang Memberatkan Hati

Kerusakan hati tidak hanya karena herbal itu sendiri, tetapi juga karena interaksi dengan obat medis.

Contoh interaksi yang bermasalah:

Interaksi herbal–obat sering tidak didiskusikan dengan tenaga kesehatan karena banyak pengguna tidak menganggap herbal sebagai “obat”.

5. Laporan Klinis Kasus Kerusakan Hati Herbal

Bukti klinis menunjukkan bahwa herbal tertentu dapat menyebabkan:

· hepatitis idiosinkratik

· kolestasis (gangguan aliran empedu)

· necrosis hepatic

· gagal hati akut

Dokumentasi kasus di jurnal kesehatan internasional mencatat cedera hati akibat konsumsi:

Walau jumlah kasus relatif kecil dibanding populasi yang mengonsumsi herbal, ini tidak bisa diabaikan karena sifatnya tidak dapat diprediksi.

6. Gejala Gangguan Hati yang Perlu Diwaspadai

Jika seseorang mengalami iritasi hati atau fungsi hati terganggu, gejala yang mungkin muncul termasuk:

· Kelelahan

· Mual atau muntah

· Nyeri perut bagian kanan atas

· Urine gelap

· Kulit/kulit putih menguning (jaundice)

· Gatal di seluruh tubuh

Gejala ini tidak spesifik hanya untuk herbal, tetapi menjadi tanda bahwa fungsi hati perlu diperiksa secara medis segera.

7. Herbal yang Perlu Hati-Hati atau Di Hindari untuk Konsumsi Jangka Panjang

Berdasarkan literatur medis, beberapa herbal yang sering dikaitkan dengan beban hati jika dikonsumsi:

· Kava kava

· Pennyroyal

· Chaparral

· Germander

· Black cohosh

· Ekstrak tinggi green tea dalam dosis suplemen

· Kombinasi beberapa herbal stimulan tanpa standar kualitas

Ini bukan daftar lengkap, tetapi contoh yang paling sering dilaporkan secara ilmiah.

8. Herbal yang Cenderung Lebih Aman untuk Hati

Beberapa herbal cenderung lebih ringan efeknya:

Meski relatif aman, konsumsi harian tetap perlu disesuaikan dosis, tidak berlebihan, dan diselingi jeda, sesuai panduan ahli kesehatan umum.

9. Cara Aman Mengonsumsi Herbal bagi Fungsi Hati

Berikut pedoman umum yang disarankan pakar kesehatan:

· Konsultasi medis dulu jika punya riwayat penyakit hati

· Mulai dengan dosis rendah

· Hindari konsumsi berlebihan

· Patuhi jeda konsumsi (jangan penggunaan nonstop tanpa jeda)

· Perhatikan reaksi tubuh

· Laporkan semua herbal ke dokter, terutama jika sedang pakai obat medis

· Pilih produk yang sudah teruji dan bersertifikat mutu

Pendekatan ini juga sejalan dengan panduan WHO tentang penggunaan obat herbal secara aman.

10. Kesimpulan

Herbal tidak identik dengan aman untuk fungsi hati, terutama jika:

· dikonsumsi tanpa kontrol dosis

· tanpa jeda yang bijak

· dalam bentuk ekstrak yang sangat pekat

· saat dikombinasikan dengan obat medis

Beberapa herbal memberikan manfaat bagi tubuh — tetapi hati harus memproses semua zat aktif itu. Tanpa kewaspadaan, penggunaan yang tampaknya “aman” justru bisa memberi beban tambahan pada organ vital ini.

Kesimpulan:

· Herbal bisa bermanfaat

· tetapi berisiko bagi hati jika digunakan sembarangan

· pendekatan yang terbaik adalah hati-hati, berbasis bukti, dan konsultasi medis saat perlu.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO)Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines (teks tentang regulasi & keamanan herbal global).
  2. NIH — mekanisme metabolisme hati & interaksi herbal–obat (National Institutes of Health).
  3. Studi buku ilmiah tentang kasus hepatotoksisitas herbal (PubMed, Journal of Hepatology).
  4. Laporan kefarmasian internasional tentang kerusakan hati akibat herbal tertentu.

Catatan Kesehatan

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi kesehatan umum dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Jika kamu memiliki kondisi liver/hepatik, sedang menjalani pengobatan, atau merencanakan konsumsi herbal rutin, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional atau dokter sebelum memulai.

← Kembali