Kenapa Anak Muda Perlu Lebih Hati-Hati dengan Herbal?

Dipublikasikan pada 08 Jan 2026

Kenapa Anak Muda Perlu Lebih Hati-Hati dengan Herbal?

Herbal kini jadi bagian dari gaya hidup anak muda. Mulai dari:

Semua dibungkus dengan citra healthy, clean, dan aesthetic.

Namun menurut World Health Organization (WHO) dan lembaga kesehatan global lainnya, usia muda bukan berarti kebal terhadap risiko herbal. Justru, ada beberapa alasan kenapa anak muda perlu lebih berhati-hati dibanding kelompok usia lain.

Artikel ini membahasnya secara ilmiah, jujur, dan relevan dengan realita Gen Z.

1. Herbal Tetap Mengandung Zat Aktif, Bukan Air Biasa

Banyak anak muda menganggap herbal sebagai “minuman sehat harian” tanpa risiko. Padahal, herbal mengandung:

Senyawa ini aktif secara biologis dan bekerja pada:

WHO menegaskan bahwa herbal harus diperlakukan seperti obat, bukan sekadar minuman biasa.

2. Gaya Hidup Anak Muda Rentan Interaksi Berbahaya

Anak muda sering mengombinasikan herbal dengan:

Masalahnya, banyak herbal berinteraksi dengan zat lain, terutama di hati. NIH mencatat bahwa interaksi herbal–zat lain bisa:

Ini sering terjadi tanpa disadari karena herbal jarang dianggap “obat”.

3. Tren “Detox” dan Konsumsi Berlebihan

Gen Z sangat terpapar konten:

Padahal menurut WHO dan European Medicines Agency (EMA):

Tubuh tidak membutuhkan detox herbal ekstrem. Hati dan ginjal sudah berfungsi sebagai sistem detoks alami.

Konsumsi herbal berlebihan justru dapat:

4. Efek Samping Sering Dianggap “Wajar”

Anak muda sering menormalisasi efek seperti:

Padahal menurut literatur medis, efek-efek ini bukan selalu tanda adaptasi, melainkan:

Normalisasi efek samping adalah salah satu risiko terbesar dalam tren herbal modern.

5. Sistem Metabolisme Setiap Orang Berbeda

Walaupun masih muda, setiap orang punya:

Itulah sebabnya:

NIH menegaskan bahwa usia muda tidak menjamin toleransi lebih baik terhadap herbal tertentu.

6. Herbal Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental

Beberapa herbal memengaruhi:

Efeknya bisa berupa:

Pada anak muda yang sudah rentan stres, overthinking, atau burnout, efek ini sering tidak disadari dan justru memperburuk kondisi mental.

7. Kurangnya Edukasi & Konsultasi Medis

Berbeda dengan obat medis, herbal sering:

WHO menekankan bahwa kurangnya edukasi pengguna adalah faktor utama risiko efek samping herbal di kalangan usia muda.

8. Cara Aman Anak Muda Mengonsumsi Herbal

Agar tetap sehat dan aman:

Pendekatan ini sejalan dengan panduan WHO dan NIH.

Kesimpulan

Herbal bukan musuh, tapi juga bukan solusi instan tanpa risiko.

Bagi anak muda:

· gaya hidup sehat tetap yang utama

· herbal sebaiknya jadi pelengkap, bukan fondasi

· konsumsi tanpa edukasi justru berpotensi merugikan kesehatan jangka panjang

Lebih sadar, lebih bijak, lebih sehat.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO)Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines
  2. National Institutes of Health (NIH) – Herbal supplements: safety & interactions
  3. European Medicines Agency (EMA) – Assessment reports on herbal medicinal products
  4. Journal of Clinical Pharmacology – Adverse effects and interactions of herbal medicines

← Kembali