Herbal kini jadi bagian dari gaya hidup anak muda. Mulai
dari:
- teh
herbal estetik
- infused
water
- jamu
modern
- suplemen
“natural”
- herbal
untuk fokus, tidur, detox, sampai skincare
Semua dibungkus dengan citra healthy, clean, dan
aesthetic.
Namun menurut World Health Organization (WHO) dan
lembaga kesehatan global lainnya, usia muda bukan berarti kebal terhadap
risiko herbal. Justru, ada beberapa alasan kenapa anak muda perlu lebih
berhati-hati dibanding kelompok usia lain.
Artikel ini membahasnya secara ilmiah, jujur, dan relevan
dengan realita Gen Z.
1. Herbal Tetap Mengandung Zat Aktif, Bukan Air Biasa
Banyak anak muda menganggap herbal sebagai “minuman sehat
harian” tanpa risiko. Padahal, herbal mengandung:
- alkaloid
- flavonoid
- terpenoid
- glycosides
Senyawa ini aktif secara biologis dan bekerja pada:
- sistem
saraf
- hormon
- metabolisme
- hati
dan ginjal
WHO menegaskan bahwa herbal harus diperlakukan seperti
obat, bukan sekadar minuman biasa.
2. Gaya Hidup Anak Muda Rentan Interaksi Berbahaya
Anak muda sering mengombinasikan herbal dengan:
- kopi
dan matcha
- minuman
energi
- alkohol
- obat
flu, nyeri, atau suplemen gym
Masalahnya, banyak herbal berinteraksi dengan zat lain,
terutama di hati. NIH mencatat bahwa interaksi herbal–zat lain bisa:
- meningkatkan
efek samping
- menurunkan
efektivitas obat
- memperberat
kerja hati
Ini sering terjadi tanpa disadari karena herbal jarang
dianggap “obat”.
3. Tren “Detox” dan Konsumsi Berlebihan
Gen Z sangat terpapar konten:
- herbal
detox
- cleanse
challenge
- minum
herbal tiap hari tanpa jeda
Padahal menurut WHO dan European Medicines Agency (EMA):
Tubuh tidak membutuhkan detox herbal ekstrem. Hati dan
ginjal sudah berfungsi sebagai sistem detoks alami.
Konsumsi herbal berlebihan justru dapat:
- mengiritasi
pencernaan
- mengganggu
elektrolit
- membebani
hati
- menyebabkan
efek samping yang disalahartikan sebagai “tanda kerja”
4. Efek Samping Sering Dianggap “Wajar”
Anak muda sering menormalisasi efek seperti:
- pusing
- mual
- ngantuk
berlebihan
- jantung
berdebar
- diare
Padahal menurut literatur medis, efek-efek ini bukan
selalu tanda adaptasi, melainkan:
- reaksi
tubuh terhadap dosis berlebih
- ketidakcocokan
individu
- tanda
awal gangguan metabolik
Normalisasi efek samping adalah salah satu risiko
terbesar dalam tren herbal modern.
5. Sistem Metabolisme Setiap Orang Berbeda
Walaupun masih muda, setiap orang punya:
- enzim
hati berbeda
- sensitivitas
saraf berbeda
- toleransi
metabolik berbeda
Itulah sebabnya:
- herbal
yang aman bagi satu orang
- bisa
menimbulkan efek berat pada orang lain
NIH menegaskan bahwa usia muda tidak menjamin toleransi
lebih baik terhadap herbal tertentu.
6. Herbal Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental
Beberapa herbal memengaruhi:
- serotonin
- GABA
- dopamin
Efeknya bisa berupa:
- cemas
- gelisah
- sulit
tidur
- mood
swing
Pada anak muda yang sudah rentan stres, overthinking, atau
burnout, efek ini sering tidak disadari dan justru memperburuk kondisi mental.
7. Kurangnya Edukasi & Konsultasi Medis
Berbeda dengan obat medis, herbal sering:
- dibeli
tanpa konsultasi
- dikonsumsi
tanpa baca dosis
- diikuti
dari influencer, bukan ahli
WHO menekankan bahwa kurangnya edukasi pengguna
adalah faktor utama risiko efek samping herbal di kalangan usia muda.
8. Cara Aman Anak Muda Mengonsumsi Herbal
Agar tetap sehat dan aman:
- Jangan
konsumsi herbal setiap hari tanpa jeda
- Mulai
dari dosis kecil
- Hindari
mencampur banyak herbal sekaligus
- Jangan
kombinasikan dengan alkohol atau stimulan berat
- Hentikan
jika muncul efek tidak nyaman
- Konsultasi
jika punya kondisi medis atau minum obat rutin
Pendekatan ini sejalan dengan panduan WHO dan NIH.
Kesimpulan
Herbal bukan musuh, tapi juga bukan solusi instan
tanpa risiko.
Bagi anak muda:
·
gaya hidup sehat tetap yang utama
·
herbal sebaiknya jadi pelengkap, bukan fondasi
·
konsumsi
tanpa edukasi justru berpotensi merugikan kesehatan jangka panjang
Lebih sadar, lebih bijak, lebih sehat.
Referensi
- World
Health Organization (WHO) – Guidelines on Safety Monitoring of
Herbal Medicines
- National
Institutes of Health (NIH) – Herbal supplements: safety &
interactions
- European
Medicines Agency (EMA) – Assessment reports on herbal medicinal
products
- Journal
of Clinical Pharmacology – Adverse effects and interactions of herbal
medicines