Di era clean beauty dan back to nature,
skincare herbal makin digemari—terutama oleh Gen Z dan milenial.
Label seperti natural, plant-based, dan herbal extract
sering diasosiasikan dengan:
- Lebih
aman
- Lebih
lembut untuk kulit
- Minim
efek samping
Namun realitanya, banyak kasus iritasi kulit justru
berasal dari skincare herbal.
Pertanyaannya:
Kenapa bahan yang “alami” malah bisa bikin kulit merah, gatal, atau perih?
Jawabannya ada di cara kerja kulit dan sifat alami
senyawa herbal itu sendiri.
“Natural” Tidak Selalu Sama dengan “Non-Iritan”
Dalam dunia dermatologi:
- Alami
? otomatis aman
- Banyak
zat alami bersifat aktif secara biologis
Tanaman menghasilkan senyawa kimia untuk:
- Melindungi
diri dari hama
- Bertahan
dari lingkungan
- Mengusir
mikroorganisme
Senyawa inilah yang kadang terlalu kuat untuk kulit
manusia, terutama kulit sensitif.
Alasan Utama Skincare Herbal Bisa Memicu Iritasi
1. Kandungan Senyawa Aktif yang Kuat
Banyak herbal mengandung:
- Essential
oils
- Alkaloid
- Terpenoid
- Fenol
Zat-zat ini bisa:
- Mengiritasi
skin barrier
- Menyebabkan
sensasi panas atau perih
- Memicu
reaksi inflamasi ringan hingga berat
Contohnya:
- Tea
tree
- Kayu
manis
- Cengkeh
- Peppermint
Dalam dosis kecil bisa bermanfaat, tapi mudah bermasalah
jika berlebihan.
2. Konsentrasi Tidak Selalu Terkontrol
Masalah umum pada skincare herbal adalah:
- Konsentrasi
bahan aktif tidak konsisten
- Berbeda
antar batch
- Tergantung
metode ekstraksi
Tidak seperti bahan sintetis farmasi yang distandarisasi, ekstrak
herbal bisa sangat bervariasi kekuatannya.
Akibatnya:
- Kulit
sulit beradaptasi
- Risiko
iritasi meningkat
3. Essential Oil ? Skincare-Friendly untuk Semua Orang
Essential oil sering dipromosikan sebagai:
- Anti
jerawat
- Anti
bakteri
- Anti
inflamasi
Namun menurut ahli kulit:
- Essential
oil adalah penyebab umum dermatitis kontak
- Terutama
pada kulit sensitif dan acne-prone
Bahkan essential oil yang “lembut” tetap bisa memicu:
- Kemerahan
- Gatal
- Burning
sensation
4. Reaksi Alergi Individual
Kulit setiap orang berbeda.
Herbal yang aman untuk satu orang bisa:
- Menyebabkan
alergi pada orang lain
- Memicu
ruam atau pembengkakan
Reaksi ini disebut contact dermatitis alergik, dan
sering:
- Muncul
setelah pemakaian berulang
- Tidak
langsung terlihat di pemakaian pertama
5. Kombinasi Herbal yang Terlalu Banyak
Tren skincare herbal modern sering:
- Menggabungkan
banyak ekstrak tanaman
- Dalam
satu produk
Masalahnya:
- Risiko
iritasi jadi berlipat
- Sulit
mengidentifikasi bahan pemicu
Semakin kompleks formulanya, semakin tinggi potensi
reaksi kulit.
Kenapa Kulit Gen Z Justru Rentan?
Beberapa faktor gaya hidup Gen Z membuat kulit lebih
sensitif:
- Over-exfoliation
- Layering
skincare berlebihan
- Sering
gonta-ganti produk
- Paparan
polusi dan blue light
Saat skin barrier melemah, bahan herbal yang seharusnya
“ringan” bisa terasa agresif.
Apa Kata Ahli Dermatologi & Lembaga Kesehatan?
Beberapa poin penting dari literatur medis dan dermatologi:
- American
Academy of Dermatology:
Bahan alami tetap bisa menyebabkan iritasi dan alergi - NCCIH
(NIH):
Herbal topikal berpotensi menimbulkan efek samping, terutama tanpa uji patch - Journal
of Dermatology:
Essential oils adalah salah satu penyebab utama dermatitis kontak
Kesimpulan mereka konsisten:
Keamanan skincare ditentukan oleh formulasi dan kecocokan kulit, bukan asal
bahannya
Cara Lebih Aman Menggunakan Skincare Herbal
Pendekatan yang lebih bijak:
- Pilih
produk dengan formulasi sederhana
- Hindari
essential oil jika kulit sensitif
- Lakukan
patch test minimal 24 jam
- Jangan
pakai terlalu banyak produk sekaligus
- Hentikan
pemakaian jika muncul rasa perih atau panas
Herbal seharusnya:
- Mendukung
skin barrier
- Bukan
menantangnya
Kesimpulan
Skincare herbal bisa memicu iritasi karena:
- Kandungan
aktif alami yang kuat
- Konsentrasi
tidak selalu stabil
- Risiko
alergi individual
- Formulasi
yang terlalu kompleks
Poin penting yang perlu diingat:
- “Natural”
bukan jaminan aman
- Kulit
butuh stabilitas, bukan eksperimen terus-menerus
- Edukasi
lebih penting daripada tren
Pendekatan terbaik bukan menolak herbal, tapi menggunakannya
dengan sadar dan berbasis ilmu.
Catatan Penting Kesehatan
Konten ini disusun untuk tujuan edukasi kesehatan dan
dermatologi, bukan sebagai pengganti diagnosis atau perawatan medis.
Jika kamu mengalami:
- Iritasi
berat
- Kulit
terbakar
- Ruam
menetap
- Pembengkakan
atau gatal parah
Segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter
kulit (dermatolog).
Referensi Terpercaya
- American
Academy of Dermatology (AAD) – Natural skincare and irritation
- National
Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH, NIH)
- Journal
of Dermatology – Contact dermatitis from herbal products
- Harvard
Health Publishing – Essential oils and skin reactions
- British
Association of Dermatologists