Manfaat Jahe Merah untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Musim Pancaroba

Dipublikasikan pada 08 Dec 2025

Manfaat Jahe Merah untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Musim Pancaroba

Jakarta, 08 Desember 2025 - Di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu, banyak orang mencari cara alami untuk menjaga kesehatan. Jahe merah, salah satu herbal asli Indonesia, semakin populer sebagai booster imunitas. Menurut ahli gizi, konsumsi rutin jahe merah dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meningkatkan daya tahan.

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, termasuk di Indonesia. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone yang memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba. "Jahe merah bukan hanya rempah dapur, tapi juga obat alami yang efektif untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh," kata dr. Andi Susanto, seorang dokter spesialis pengobatan herbal dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Penelitian terbaru dari Universitas Indonesia yang dipublikasikan di Journal of Ethnopharmacology menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dapat meningkatkan produksi sel-sel imun seperti limfosit dan makrofag. Dalam studi tersebut, peserta yang mengonsumsi teh jahe merah selama dua minggu mengalami penurunan gejala flu hingga 30% dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini relevan di musim pancaroba seperti sekarang, di mana kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) meningkat akibat perubahan suhu.

Bagi pembaca yang ingin mencoba, berikut beberapa cara sederhana memanfaatkan jahe merah sebagai edukasi kesehatan sehari-hari:

  1. Teh Jahe Merah Hangat: Rebus 2-3 iris jahe merah segar dalam air selama 10 menit. Tambahkan madu atau lemon untuk rasa lebih segar. Minum dua kali sehari untuk menjaga imunitas.
  2. Infused Water: Rendam potongan jahe merah dalam air dingin semalaman. Ini cocok untuk hidrasi harian dan membantu detoksifikasi tubuh.
  3. Masker Alami: Campur bubuk jahe merah dengan madu untuk masker wajah, yang dapat mengurangi peradangan kulit akibat polusi.

Namun, dr. Andi menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar, terutama bagi penderita maag atau yang sedang hamil. "Herbal aman jika digunakan dengan bijak, tapi jangan gantikan pengobatan medis," tambahnya.

Sumber: Wawancara dengan dr. Andi Susanto, Journal of Ethnopharmacology (2025), dan data dari Kementerian Kesehatan RI.

← Kembali